Jumat, 09 Mei 2014

Konseling Keluarga


2.1   PENGERTIAN KONSELING KELUARGA
                Konseling Keluarga adalah upaya bantuan yang diberikan pada individu anggota keluarga melalui system keluarga agar potensinya berkembang seoptimal mungkin dan masalahnya dapat diatasi atas dasar kemauan membantu dari semua anggota keluarga berdasarkan kerelaan dan kecintaan terhadap keluarga. Konseling keluarga memfokuskan pada masalah-masalah berhubungan dengan situasi keluarga dan penyelenggaraannya melibatkan anggota keluarga dan memandang keluarga secara keseluruhan bahwa permasalahan yang dialami seorang anggota keluarga akan efektif diatasi jika melibatkan anggota keluarga yang lain. Konseling keluarga bertujuan membantu anggota keluarga belajar dan memahami bahwa dinamika keluarga merupakan hasil pengaruh hubungan anggota keluarga. Membantu anggota keluarga agar dapat menerima kenyataan bahwa apabila salah seorang anggota keluarga memiliki permasalahan, hal itu akan berpengaruh terhadap persepsi, harapan, dan interaksi anggota keluarga lainnya. Memperjuangkan (dalam konseling), sehingga anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang guna mencapai keseimbangan dan keselarasan., serta mengembangkan rasa penghargaan dari seluruh anggota keluarga terhadap anggota keluarga yang lain.
            Penanganan terhadap keluarga sebagai suatu system bertujuan untuk membantu anggota keluarga untuk pengembangan potensinya agar menjadi manusia yang berguna bagi keluarga dan bangsanya. Disamping itu membantu anggota keluarga yang mengalami gangguan emosi melalui system keluarga. Yaitu setiap anggota keluarga memberikan kontribusi positif dan pemahaman yang mendalam akan hakekat gangguan tersebut. Dengan kata lain keluargalah yang berjasa untuk membantu perkembangan anggotanya dan menyembuhkan anggota yang terganggu. Di Indonesia, Konseling Keluarga baru mulai mendapat pengertian dari masyarakat terutama sejak pesatnya perkembangan kota dan industrialisasi yang cenderung dapat menimbulkan stress keluarga antara lain disebabkan menggebunya anggota keluarga memenuhi kebutuhan ekonomi, sehingga mereka jarang berkumpul di rumah dan terjadi pergeseran nilai dengan begitu cepat sementara orang tua belum siap menerima dan masih berpegang dengan nilai-nilai lama.
2.2   SEJARAH KONSELING KELUARGA DI INDONESIA
            Perkembangan konseling keluarga di Indonesia tertimbun oleh semaraknya perkembangan BK di sekolah. Karena banyak sekali masalah-masalah siswa seperti kesulitan belajar, penyesuaian social, dan masalah perilaku siswa yang tidak dapat dipecahkan oleh guru biasa. Jadi, diperlukan guru BK untuk membantu siswa.
          Mengenai kasus keluarga, banyak juga ditemukan di sekolah seperti siswa yang menyendiri dan suka termenung. Beberapa indikator  perkembangan BK adalah sebagai berikut:
a)              Guru pembimbing tidak secara khusus menangani masalah keluarga, akan tetapi disambilkan dalam penanganan masalah kesulitan belajar, penyesuaian social, dan pribadi siswa yang akhirnya guru pembimbing menemukan masalah tersebut berkaitan dengan keadaaan social-psikologis keluarga.
b)             Pada tahun 1983, di Jurusan BK IKIP Bandung menjadikan konseling keluarga sebagaimana yang ada di Amerika Serikat. Orientasi konseling keluarga adalah pengembangan individu anggota keluarga melalui system keluarga yang mantap dan komunikasi antar anggota keluarga yang harmonis.
Beberapa Tokoh Konseling Keluarga
Ø   Virginia Satir
Adalah seseorang psikiatris pekerja social yang berafiliasi dengan Chicago Psychiatric Institute. Salah satu pemberian Satir yang besar adalah kemampuannya dalam menafsirkan maupun mempraktikan formulasi-formulasi secara kompleks yang terungkap dalam berbagai metodenya.
Ø   Jay Haley
Pada tahun 1962 Jay Haley bergabung dengan Satir  dan Jackson di MRI. Ia juga terlibat dalam berbagai riset yang banyak menyumbang pengembangan bidang Family Therapy. Tujuan Therapy menurut Haley ialah mendefinisikan dan mengubah hierarki keluarga yang dicapai melalui perjuangan kekuatan Therapeutik yang ditandai oleh seleksi bertujuan dari Therapis dan pelaksaan strategi interventif.
Ø   Salvadore Minuchin
Keluar dari MRI,Haley bergabung dengan Minuchin di Klinik Bimbingan Anak Philadelphia (tahun 60 an). Menurut Minuchin, faktor-faktor penting yang menentukan pola interaksi dalam keluarga ialah struktur keluarga, batas-batas wewenang anggota keluarga, proses system keluarga, dan pembagian tugas dalam keluarga.
2.3   POKOK – TEORI TEORI KONSELING KELUARGA
1.      PENDEKATAN PSIKOANALISIS
Pengertian psikoanalisis mencakup 3 aspek :
·         Sebagai metode penelitian proses psikis
·         Sebagai teknik mengobati gangguan psikis
·         Sebagai teori kepribadian
Struktur kepribadian terdiri dari id, ego, dan super ego.
2.      PENDEKATAN TERPUSAT PADA KLIEN
Rogers menekankan bahwa klien secara individu dalam keanggotaan kelompok keluarga akan mencapai kepercayaan diri dimana dia mengatakan bahwa anggota keluarga dapat mempercayainya. Hal ini terjadi jika adanya kejujuran, keaslian, memahami, menjaga, menerima, menghargai secara positif dan belajar aktif.
Fungsi konselor yaitu sebagai fasilitator untuk memudahkan membuka dan mengarahkan jalur-jalur komunikasi  apabila dalam kehidupan keluarga tersebut pola- pola komunikasi telah berantakan bahkan terputus.
3.      PENDEKATAN EKSISTENSIAL
Dalam konseling keluarga konselor gestalt beranggapan bahwa pendekatan ini amat dekat dengan pendekatan eksistensial fenomenologis.yang dalam deskripsinya menekankan perhatiannya pada perjuangan (encounter )atau interaksi interpersonal dalam situasi terapeutik disini dan sekarang dan konselor mengembangkan tujuan konseling dengan cara berpartisipasi sebagai manusia. Pendekatan ini memiliki asumsi dasar dari keluarga yaitu bahwa anggota keluarga membentuk nasibnya sendiri melalui pilihan- pilihan yang dibuatnya sendiri.
Keluarga yang datang kepada konselor adalah dalam keadaan pola pola destruktif atau mengalami hambatan dalam cara kehidupan bersama atau yang sedang menghadapi konflik yang tidak dapat diatasi oleh anggota keluarga dengan adanya kemauan untuk mengubah diri dalam situasi hubungan interpersonalnya.
4.      PENDEKATAN GESTALT
Kempler (1982) mendefinisikan konseling keluarga dengan pendekatan Gestalt sebagai suatu model difokuskan pada saat sekarang ini (present moment) dan pada pengalaman keluarga yang dilakukannya di dalam sesi-sesi konseling.
Jadi pengertian eksperiential adalah bahwa sesi konseling yang sedang berlangsung digunakan sebagai laboratorium di mana kita memperoleh pengalaman pengalaman baru. Konseling itu lebih bersifat action counseling.
Yang lebih ditekankan lagi adalah keterlibatan konselor dalam keluarga. Kempler bahkan beranggapan bahwa konseling keluarga eksperiensial sebenarnya adalah  personal pribadi sebagai manusia bagi konselor itu dan masalah teknik cenderung tak menjadi yang terpenting dalam sesi-sesi itu. Tidak ada alat atau skill, yang ada hanyala hubungan orang dengan orang, manusia dengan manusia. Karena itu yang penting bagi konselor adalah mendengarkan suara dan emosi  klien. Konselor melakukan perjumpaan dalam konseling keluarga sebagai partisipan penuh, sebagai sahabat, sebagai orang yang dipercaya dalam perjumpaan antara sesama. Karena itu kadang-kadang Kempler senang dengan style directive dan confrontatitnya, sebab hubungan mereka akrab.
Pendekatan gestalt memberikan perhatian pada apa yang dikatakan anggota keluarga bagaimana mengatakannya apa yang terjadi ketika mereka berkata itu dan bagaimana ucapan tersebut bila di hubungkan dengan perbuatannya serta apakah mereka berusaha untuk menyelesaikan perbuatannya.yang lebih ditekankan lagi ialah keterlibatan konselor  dalam keluarga.
5.      PENDEKATAN ADLERIAN
Adler mempunyai sejarah yang panjang dalam pekerjaannya dengan keluarga dan studi tentang dinamika keluarga. Adler memperkenalkan kelompok-kelompok keluarga dan klinik bimbingan anak di Vienna.
·           Tujuan konseling keluarga menurut aliran Adler
Tujuan dasar pendekatan ini adalah untuk mempermudah perbaikan hubungan anak-anak dan meningkatkan hubungan di dalam keluarga, mengajarkan anggota keluarga bagaimana menyesuaikan diri yang lebih baik terhadap anggota keluarga yang lainnya dan bagaimana hidup bersama dalam keluaga sosial yang sederajat (sesama manusia) sebagai bagian dari tujuan ini

contoh gambar konseling keluarga :
untuk download gambar di atas klik disini

4 komentar: