2.1
PENGERTIAN KONSELING KELUARGA
Konseling
Keluarga adalah upaya bantuan yang diberikan pada individu anggota keluarga
melalui system keluarga agar potensinya berkembang seoptimal mungkin dan
masalahnya dapat diatasi atas dasar kemauan membantu dari semua anggota
keluarga berdasarkan kerelaan dan kecintaan terhadap keluarga. Konseling
keluarga memfokuskan pada masalah-masalah berhubungan dengan situasi keluarga
dan penyelenggaraannya melibatkan anggota keluarga
dan memandang keluarga secara keseluruhan bahwa permasalahan yang dialami
seorang anggota keluarga akan efektif diatasi jika melibatkan anggota keluarga
yang lain. Konseling keluarga bertujuan membantu anggota keluarga belajar dan
memahami bahwa dinamika keluarga merupakan hasil pengaruh hubungan anggota
keluarga. Membantu anggota keluarga agar dapat menerima kenyataan bahwa apabila
salah seorang anggota keluarga memiliki permasalahan, hal itu akan berpengaruh
terhadap persepsi, harapan, dan interaksi anggota keluarga lainnya.
Memperjuangkan (dalam konseling), sehingga anggota keluarga dapat tumbuh dan
berkembang guna mencapai keseimbangan dan keselarasan., serta mengembangkan
rasa penghargaan dari seluruh anggota keluarga terhadap anggota keluarga yang
lain.
Penanganan
terhadap keluarga sebagai suatu system bertujuan untuk membantu anggota
keluarga untuk pengembangan potensinya agar menjadi manusia yang berguna bagi
keluarga dan bangsanya. Disamping itu membantu anggota keluarga yang mengalami
gangguan emosi melalui system keluarga. Yaitu setiap anggota keluarga
memberikan kontribusi positif dan pemahaman yang mendalam akan hakekat gangguan
tersebut. Dengan kata lain keluargalah yang berjasa untuk membantu perkembangan
anggotanya dan menyembuhkan anggota yang terganggu. Di Indonesia, Konseling
Keluarga baru mulai mendapat pengertian dari masyarakat terutama sejak pesatnya
perkembangan kota dan industrialisasi yang cenderung dapat menimbulkan stress
keluarga antara lain disebabkan menggebunya anggota keluarga memenuhi kebutuhan
ekonomi, sehingga mereka jarang berkumpul di rumah dan terjadi pergeseran nilai
dengan begitu cepat sementara orang tua belum siap menerima dan masih berpegang
dengan nilai-nilai lama.
2.2 SEJARAH KONSELING KELUARGA DI INDONESIA
Perkembangan konseling
keluarga di Indonesia tertimbun oleh semaraknya perkembangan BK di sekolah.
Karena banyak sekali masalah-masalah siswa seperti kesulitan belajar,
penyesuaian social, dan masalah perilaku siswa yang tidak dapat dipecahkan oleh
guru biasa. Jadi, diperlukan guru BK untuk membantu siswa.
Mengenai kasus keluarga, banyak juga
ditemukan di sekolah seperti siswa yang menyendiri dan suka termenung. Beberapa
indikator perkembangan BK adalah sebagai
berikut:
a)
Guru pembimbing tidak secara
khusus menangani masalah keluarga, akan tetapi disambilkan dalam penanganan
masalah kesulitan belajar, penyesuaian social, dan pribadi siswa yang akhirnya
guru pembimbing menemukan masalah tersebut berkaitan dengan keadaaan
social-psikologis keluarga.
b)
Pada tahun 1983, di
Jurusan BK IKIP Bandung menjadikan konseling keluarga sebagaimana yang ada di
Amerika Serikat. Orientasi konseling keluarga adalah pengembangan individu
anggota keluarga melalui system keluarga yang mantap dan komunikasi antar
anggota keluarga yang harmonis.
Beberapa
Tokoh Konseling Keluarga
Ø
Virginia Satir
Adalah
seseorang psikiatris pekerja social yang berafiliasi dengan Chicago Psychiatric
Institute. Salah satu pemberian Satir yang besar adalah kemampuannya dalam
menafsirkan maupun mempraktikan formulasi-formulasi secara kompleks yang
terungkap dalam berbagai metodenya.
Ø
Jay Haley
Pada
tahun 1962 Jay Haley bergabung dengan Satir
dan Jackson di MRI. Ia juga terlibat dalam berbagai riset yang banyak
menyumbang pengembangan bidang Family Therapy. Tujuan Therapy menurut Haley
ialah mendefinisikan dan mengubah hierarki keluarga yang dicapai melalui
perjuangan kekuatan Therapeutik yang ditandai oleh seleksi bertujuan dari
Therapis dan pelaksaan strategi interventif.
Ø
Salvadore Minuchin
Keluar
dari MRI,Haley bergabung dengan Minuchin di Klinik Bimbingan Anak Philadelphia
(tahun 60 an). Menurut Minuchin, faktor-faktor penting yang menentukan pola
interaksi dalam keluarga ialah struktur keluarga, batas-batas wewenang anggota
keluarga, proses system keluarga, dan pembagian tugas dalam keluarga.
2.3
POKOK – TEORI TEORI KONSELING KELUARGA
1. PENDEKATAN
PSIKOANALISIS
Pengertian psikoanalisis mencakup 3
aspek :
·
Sebagai metode
penelitian proses psikis
·
Sebagai teknik
mengobati gangguan psikis
·
Sebagai teori
kepribadian
Struktur
kepribadian terdiri dari id, ego, dan super ego.
2. PENDEKATAN
TERPUSAT PADA KLIEN
Rogers menekankan bahwa klien secara individu dalam
keanggotaan kelompok keluarga akan mencapai kepercayaan diri dimana dia
mengatakan bahwa anggota keluarga dapat mempercayainya. Hal ini terjadi jika
adanya kejujuran, keaslian, memahami, menjaga, menerima, menghargai secara
positif dan belajar aktif.
Fungsi konselor yaitu sebagai fasilitator untuk
memudahkan membuka dan mengarahkan jalur-jalur komunikasi apabila dalam kehidupan keluarga tersebut
pola- pola komunikasi telah berantakan bahkan terputus.
3. PENDEKATAN
EKSISTENSIAL
Dalam konseling keluarga konselor
gestalt beranggapan bahwa pendekatan ini amat dekat dengan pendekatan
eksistensial fenomenologis.yang dalam deskripsinya menekankan perhatiannya pada
perjuangan (encounter )atau interaksi interpersonal dalam situasi terapeutik
disini dan sekarang dan konselor mengembangkan tujuan konseling dengan cara
berpartisipasi sebagai manusia. Pendekatan ini memiliki asumsi dasar dari
keluarga yaitu bahwa anggota keluarga membentuk nasibnya sendiri melalui
pilihan- pilihan yang dibuatnya sendiri.
Keluarga yang datang kepada
konselor adalah dalam keadaan pola pola destruktif atau mengalami hambatan
dalam cara kehidupan bersama atau yang sedang menghadapi konflik yang tidak
dapat diatasi oleh anggota keluarga dengan adanya kemauan untuk mengubah diri
dalam situasi hubungan interpersonalnya.
4.
PENDEKATAN GESTALT
Kempler (1982) mendefinisikan konseling keluarga dengan pendekatan
Gestalt sebagai suatu model difokuskan pada saat sekarang ini (present moment)
dan pada pengalaman keluarga yang dilakukannya di dalam sesi-sesi konseling.
Jadi pengertian eksperiential adalah bahwa sesi konseling yang
sedang berlangsung digunakan sebagai laboratorium di mana kita memperoleh
pengalaman pengalaman baru. Konseling itu lebih bersifat action counseling.
Yang lebih ditekankan lagi adalah keterlibatan konselor dalam
keluarga. Kempler bahkan beranggapan bahwa konseling keluarga eksperiensial
sebenarnya adalah personal pribadi sebagai manusia bagi konselor itu dan
masalah teknik cenderung tak menjadi yang terpenting dalam sesi-sesi itu. Tidak
ada alat atau skill, yang ada hanyala hubungan orang dengan orang, manusia
dengan manusia. Karena itu yang penting bagi konselor adalah mendengarkan suara
dan emosi klien. Konselor melakukan perjumpaan dalam konseling keluarga
sebagai partisipan penuh, sebagai sahabat, sebagai orang yang dipercaya dalam
perjumpaan antara sesama. Karena itu kadang-kadang Kempler senang dengan style
directive dan confrontatitnya, sebab hubungan mereka akrab.
Pendekatan gestalt memberikan perhatian pada apa
yang dikatakan anggota keluarga bagaimana mengatakannya apa yang terjadi ketika
mereka berkata itu dan bagaimana ucapan tersebut bila di hubungkan dengan
perbuatannya serta apakah mereka berusaha untuk menyelesaikan perbuatannya.yang
lebih ditekankan lagi ialah keterlibatan konselor dalam keluarga.
5. PENDEKATAN
ADLERIAN
Adler mempunyai sejarah
yang panjang dalam pekerjaannya dengan keluarga dan studi tentang dinamika
keluarga. Adler memperkenalkan kelompok-kelompok keluarga dan klinik bimbingan
anak di Vienna.
·
Tujuan konseling keluarga
menurut aliran Adler
Tujuan dasar pendekatan ini adalah untuk mempermudah perbaikan hubungan
anak-anak dan meningkatkan hubungan di dalam keluarga, mengajarkan anggota
keluarga bagaimana menyesuaikan diri yang lebih baik terhadap anggota keluarga
yang lainnya dan bagaimana hidup bersama dalam keluaga sosial yang sederajat
(sesama manusia) sebagai bagian dari tujuan inicontoh gambar konseling keluarga :
untuk download gambar di atas klik disini
